Sebenarnya aku saat ini menggalau dalam senyuman. harusnya senyuman itu seperti apa hingga aku bear-benar mafhum dalam situasi hati kali ini. Aku selalu menanamkan dalam diriku untuk menebar senyuman yang indah dalam hati-hati setiap orang. Namun, hatiku kian membusuk sembari senyuman tetap merekah. Apa yang terjadi dalam kenyatan ini? Kian sulit kubedakan mana yang Ilahi dan yang Syaitani. Saat tersenyum bangga dan menyapa, kurasa ini baik-baik saja, selalu kupertahankan hingga langkahku tak lagi terbuka. Betapa tidak? Sementara senyuman itu didomplengi rasa ria dan sombong diri, hingga kian lupa akan Asmanya.
Ilahi, satu lagi yang kubingungkan, bagaiamana kenyataan yang sebearnya? Sesaat ketika aku dalam renungan kegalauanku, kurasakan hati ini roja' pada-Mu, dan kian mendekat pada-Mu. Hingga muncul kata hati, haruskah aku dalam keadaan seperti ini terus. Menunduk sendu bersama sepoy angin yang kian menghembuskan mendayu. Ah, lalu apa maksud optimisme sebenarnya, sungguhpun aku terlalu awam dalam memahaminya. Kucoba tersenyum, ternyata membuatku lupa pada-Mu, terus bersedih pun ada ulama yang berkata LA TAHZAN.
Ilahi, satu lagi yang kubingungkan, bagaiamana kenyataan yang sebearnya? Sesaat ketika aku dalam renungan kegalauanku, kurasakan hati ini roja' pada-Mu, dan kian mendekat pada-Mu. Hingga muncul kata hati, haruskah aku dalam keadaan seperti ini terus. Menunduk sendu bersama sepoy angin yang kian menghembuskan mendayu. Ah, lalu apa maksud optimisme sebenarnya, sungguhpun aku terlalu awam dalam memahaminya. Kucoba tersenyum, ternyata membuatku lupa pada-Mu, terus bersedih pun ada ulama yang berkata LA TAHZAN.
No comments:
Post a Comment
Ada kata-kata yang bermakna komersial dan hanya sepa ... Maksudnya berarti spam. Jangan tinggalkan kata tanpa makna. Salam Sahabat.